Mahasiswa Sosiologi UPR Gelar Pelatihan Ecoprint untuk Ibu-Ibu PKK Kereng Bangkirai


REDAKSI MERAH, Palangka Raya — Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Palangka Raya melaksanakan program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pembuatan totebag ecoprint bagi ibu-ibu PKK Kelurahan Kereng Bangkirai pada Minggu, 12 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Sosiologi Terapan yang bertujuan meningkatkan keterampilan kreatif serta mendorong kemandirian ekonomi perempuan.


Kerang Bangkirai dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi alam yang kaya akan dedaunan dan bunga yang dapat dijadikan bahan dasar ecoprint. Selain itu, antusiasme ibu-ibu PKK untuk belajar keterampilan baru menjadi dorongan utama bagi mahasiswa untuk menyelenggarakan pelatihan ini. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan usaha ramah lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Pelatihan dilakukan dengan metode learning by doing. Peserta mempraktikkan langsung setiap tahap ecoprint, mulai dari proses penyusunan daun, teknik pounding (pukul), hingga pengeringan. Sebanyak 19 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Pelatihan berjalan efektif dan seluruh peserta berhasil menghasilkan totebag ecoprint bermotif unik.


Pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penggunaan bahan alami dan pengurangan limbah kimia. Para peserta mulai melihat peluang usaha rumahan berbasis ecoprint yang dapat membantu menambah penghasilan keluarga.


Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantu para ibu PKK untuk memulai usaha kreatif. “Menurut saya, pelatihan ecoprint ini sangat bermanfaat terutama untuk ibu-ibu PKK dalam menambah penghasilan jika dipraktikkan di rumah dan untuk dijual di pasaran,” ujarnya.


Mahasiswa pelaksana berharap pelatihan ini dapat diteruskan dalam bentuk program lanjutan yang melibatkan lebih banyak warga. Mereka juga berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk mengembangkan kreativitas lokal sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan. (Dwi Nor Safitrianti/UPR)





Editor : Hafid Rizki (RM)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama