Evaluasi Dampak Sosial-Ekonomi Keberadaan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Terhadap Masyarakat Tumbang Habangoi

 


 

REDAKSI MERAH, Palangka Raya - Keberadaan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Tumbang Habangoi, yang merupakan bagian dari pengelolaan hutan berbasis masyarakat serta hasil kerja sama dengan WWF Kalimantan Tengah, memberikan pengaruh yang besar dan mendalam pada aspek sosial dan ekonomi komunitas setempat. Penilaian terhadap keberadaan LPHD ini memperlihatkan kemajuan yang tidak hanya berkaitan dengan konservasi lingkungan, tetapi juga memberikan sumbangan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Desa Tumbang Habangoi.  Secara sosial, kehadiran LPHD memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sumber daya hutan mereka. Komunitas Tumbang Habangoi, yang sebagian besar terdiri dari masyarakat adat Dayak Ngaju, kini semakin menyadari pentingnya peran mereka dalam menjaga hutan yang menjadi sumber kehidupan. Melalui berbagai program pelatihan, penyuluhan, dan kegiatan partisipatif seperti patroli hutan serta pemetaan, LPHD berhasil memperkuat struktur sosial desa dengan menekankan prinsip gotong royong dan musyawarah. Hal ini memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama masyarakat terhadap hutan desanya, sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.


Peran LPHD juga penting dalam memberdayakan kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian, seperti perempuan dan anak muda. Partisipasi aktif dari kelompok ini dalam pengelolaan hutan desa memberikan peluang untuk meningkatkan keterampilan, pengembangan kepemimpinan, dan peningkatan posisi sosial mereka di dalam komunitas.  Dari Bidang Ekonomi, LPHD telah berkontribusi pada perubahan ekonomi masyarakat Tumbang Habangoi menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan. Salah satu sumbangan utama LPHD adalah dalam pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti rotan, madu hutan, dan tanaman obat. Dengan bimbingan intensif dari WWF dan LPHD, masyarakat mampu mengolah hasil hutan itu menjadi produk bernilai jual yang kompetitif di pasar lokal dan regional. Metode ini tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja baru di desa, yang secara langsung mengurangi ketergantungan pada praktik penebangan liar dan aktivitas ekonomi yang merusak lingkungan. Lebih jauh lagi, keberadaan LPHD juga memperbaiki akses masyarakat terhadap sumber daya dan pasar, baik secara fisik maupun melalui peningkatan kapasitas usaha dan manajemen. Pendampingan dalam hal keuangan, pemasaran, dan pengembangan produk menjadi kunci sukses usaha ekonomi desa yang didasari pada prinsip pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Pendapatan tambahan dari hasil hutan bukan kayu membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar keluarga seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.


Keberhasilan LPHD dalam menggabungkan aspek sosial dan ekonomi berkontribusi pada pelestarian lingkungan yang lebih baik. Pengelolaan hutan yang bertanggung jawab tidak hanya mendukung keberlangsungan ekosistem hutan, tetapi juga berperan dalam mengatasi perubahan iklim dengan menjaga hutan sebagai penyimpan karbon. Selain itu, hutan yang dikelola dengan baik dapat mencegah bencana alam seperti banjir dan erosi yang sering terjadi di daerah yang mengalami deforestasi parah. Keberlanjutan ekosistem hutan ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat Tumbang Habangoi yang bergantung pada sumber daya alam untuk keseharian mereka. Keberadaan LPHD di Tumbang Habangoi menunjukkan bahwa kerjasama antar sektor sangat penting dalam mengelola sumber daya alam. WWF Kalimantan Tengah sebagai rekan strategis memberikan dukungan dalam berbagai aspek, mulai dari pelatihan teknis, penguatan lembaga, hingga memfasilitasi akses pasar untuk produk hasil hutan desa. Pendekatan menyeluruh ini memungkinkan LPHD berperan tidak hanya dalam pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan yang menghubungkan antara konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Dalam jangka panjang, keberhasilan LPHD di Tumbang Habangoi diharapkan menjadi model untuk pengelolaan hutan desa di daerah lain, khususnya di Kalimantan Tengah yang kaya akan sumber daya hutan. Praktik terbaik yang diterapkan di desa ini dapat diadaptasi dan diaplikasikan pada kondisi lokal di desa lainnya, sehingga memberikan manfaat sosial dan ekonomi sekaligus menjamin keberlanjutan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat pedesaan.


Dari pengamatan ini jelas terlihat bahwa LPHD tidak hanya sekadar lembaga yang mengelola hutan, tetapi juga merupakan pilar krusial dalam komunitas, yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam lokal. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pengelolaan hutan oleh masyarakat merupakan strategi yang efektif untuk mencapai dua tujuan utama, yaitu konservasi lingkungan dan pembangunan sosial ekonomi yang inklusif. Keberadaan Lembaga Pengelola Hutan Desa Tumbang Habangoi bersama dukungan WWF Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa sinergi antara masyarakat lokal, lembaga pengelola, dan organisasi lingkungan dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya sebagai pelaku, tetapi juga sebagai pemilik dan pelindung hutan desa mereka sendiri. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, hutan desa dapat terus menjadi sumber kesejahteraan dan kelangsungan hidup bagi generasi saat ini dan yang akan datang. Oleh karena itu, LPHD di Tumbang Habangoi tidak hanya bertindak sebagai penjaga hutan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi sosial desa yang progresif dan berkelanjutan. (Jorniko)




Editor : Hafid Rizki

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama