Purbaya Beberkan Jurus Jaga Ekonomi RI dari Dampak Perang AS–Iran

Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa

REDAKSI MERAH, Jakarta – Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa fondasi ekonomi domestik Indonesia masih cukup kuat untuk meredam gejolak eksternal.


Menurut Purbaya, kekuatan utama ekonomi Indonesia terletak pada konsumsi dalam negeri yang mendominasi struktur Produk Domestik Bruto (PDB). “Kalau domestic demand kita terjaga, itu sudah 90 persen ekonomi kita. Jadi sebenarnya kita relatif lebih tahan terhadap guncangan dari luar,” ujarnya.


Ia menjelaskan, konflik di Timur Tengah memang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia dan menekan nilai tukar rupiah. Namun pemerintah telah mengantisipasi berbagai skenario, terutama yang berkaitan dengan lonjakan harga energi dan dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


“Yang paling penting adalah menjaga penerimaan negara tetap kuat dan belanja negara lebih efisien. Kita lihat penerimaan pajak Januari ini tumbuh cukup baik, itu menjadi bantalan fiskal yang penting,” kata Purbaya.


Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau pergerakan harga minyak mentah global. Jika harga melonjak signifikan di atas asumsi APBN, maka penyesuaian belanja bisa dilakukan agar defisit tetap terkendali. “Kalau harga minyak naik, kita sesuaikan. Kita punya ruang untuk melakukan efisiensi agar defisit tetap di bawah 3 persen,” tegasnya.


Selain itu, pemerintah juga memastikan koordinasi dengan otoritas moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan arus modal. Purbaya menekankan bahwa respons kebijakan akan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi.


“Kita harus tetap tenang. Fundamental kita baik, konsumsi kuat, dan fiskal kita masih terjaga. Jadi tidak perlu overreact, tapi tetap waspada,” pungkasnya.


Dengan kombinasi penguatan penerimaan negara, efisiensi belanja, serta penjagaan daya beli masyarakat, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia mampu bertahan di tengah ketidakpastian global akibat eskalasi konflik geopolitik yang masih berlangsung.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama