Siapa nama lain RA Kartini??

 



Pagi itu, upacara Hari Kartini berjalan seperti biasa. Terlihat barisan rapi dengan kebaya warna-warni. Kamera HP sudah standby dari tadi, siap menangkap momen “nasionalis” untuk diunggah ke story.


Pembina upacara maju. Pidato pun dimulai, tentang emansipasi, perjuangan perempuan, dan masa depan bangsa.



Semua mengangguk… meski sebagian sebenarnya terlihat masih mengantuk.


Lalu, seperti tradisi tahunan yang tidak pernah absen, sebuah pertanyaan muncul:


“Anak-anak… siapa yang tahu nama lain Ibu Kartini?”


Hening.


Dingin angin pagi tak mampu membendung keringat dingin yang keluar melalui pori. Burung-burung beterbangan seolah ikut mikir.


Beberapa siswa mulai panik, ada yang pura-pura batuk, ada pula yang mendadak merasa hidup ini penuh penyesalan.


Sampai akhirnya… satu tangan terangkat.


nampak bukan seperti anak yang berprestasi, lebih terlihat seperti anak yang biasanya kalau ditanya malah nanya balik.


“Izin, Pak. Saya tahu.”


Mendengar hal itu pembina tersenyum lega. Akhirnya, satu harapan muncul di tengah barisan yang hampir menyerah.


“Silakan, sebutkan.”


Dengan penuh keyakinan, anak itu menjawab:


“Nama lain Ibu Kartini adalah… Harum, Pak.”


Barisan mulai goyang, sebagian menahan tawa setengah mati. Ada yang sampai nunduk, pura-pura ikat tali sepatu yang sebenarnya tidak lepas.


Pembina mencoba tetap tenang.


“Harum? Dari mana kamu tahu itu?”


Anak itu menjawab santai, tanpa dosa:


“Dari lagu, Pak. Kita nyanyi tiap tahun, kan…
‘Ibu kita Kartini… putri Indonesia… harum namanya.’
Berarti ya itu, Pak. Namanya Harum.”


Xixixixi selamat hari katini

 

Post a Comment

أحدث أقدم