Sejarah singkat Ki Hajar Dewantara

 


Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Berasal dari keluarga bangsawan Keraton Yogyakarta, beliau memilih mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan hak rakyat memperoleh pendidikan. Pada tahun 1922, ia mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara agar lebih dekat dengan rakyat dan meninggalkan gelar kebangsawanannya.


Sebelum menjadi tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara aktif dalam pergerakan nasional. Bersama Dr. Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker (Ernest Douwes Dekker), ia dikenal sebagai anggota Tiga Serangkai. Pada tahun 1913, tulisannya yang berjudul "Als Ik Eens Nederlander Was" (Seandainya Aku Seorang Belanda) mengkritik keras kebijakan pemerintah kolonial Belanda. Akibatnya, ia diasingkan ke Belanda bersama kedua rekannya.


Sepulang dari pengasingan, Ki Hajar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Melalui lembaga ini, ia memperjuangkan pendidikan yang terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial. Filosofinya yang terkenal, "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani," hingga kini menjadi semboyan dunia pendidikan Indonesia.


Atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan dan perjuangan kebangsaan, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pengajaran pertama setelah Indonesia merdeka. Pemerintah Republik Indonesia kemudian menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 305 Tahun 1959. Untuk mengenang jasanya, tanggal kelahirannya, 2 Mei, diperingati setiap tahun sebagai Hari Pendidikan Nasional.


Ki Hajar Dewantara wafat pada 26 April 1959 di Yogyakarta. Pemikiran dan perjuangannya terus menjadi landasan pendidikan nasional Indonesia hingga saat ini.


Fakta Singkat

  • Nama lahir: Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
  • Nama populer: Ki Hajar Dewantara
  • Lahir: 2 Mei 1889, Yogyakarta
  • Wafat: 26 April 1959, Yogyakarta
  • Pendiri: Perguruan Taman Siswa (3 Juli 1922)
  • Jabatan: Menteri Pengajaran pertama Republik Indonesia
  • Gelar: Pahlawan Nasional (1959)
  • Hari lahir diperingati sebagai: Hari Pendidikan Nasional (2 Mei)

Post a Comment

أحدث أقدم