Sejarah singkat Tokoh Buya Hamka




Buya Hamka lahir dengan nama Haji Abdul Malik Karim Amrullah pada 17 Februari 1908 di Sungai Batang, Maninjau, Sumatera Barat. Ia merupakan putra dari ulama besar, Haji Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul). Sejak muda, Hamka gemar membaca dan belajar secara otodidak. Minatnya yang besar terhadap ilmu pengetahuan menjadikannya seorang ulama, sastrawan, sejarawan, filsuf, sekaligus wartawan yang berpengaruh di Indonesia.


Pada usia muda, penulis novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini telah aktif dalam gerakan pembaruan Islam melalui Muhammadiyah. Selain berdakwah, beliau juga produktif menulis berbagai buku, artikel, dan karya sastra yang mengangkat nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan. Salah satu karya monumentalnya adalah Tafsir Al-Azhar, yang hingga kini menjadi salah satu tafsir Al-Qur'an paling berpengaruh di Indonesia.


Dokumen Buya Hamka dalam forum mewakili MUI


Pada masa perjuangan kemerdekaan, Buya Hamka membangkitkan semangat nasionalisme melalui ceramah, tulisan, dan aktivitas organisasinya. Setelah Indonesia merdeka, beliau terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui dunia pendidikan, dakwah, dan literasi. Pada 26 Juli 1975, Hamka dipercaya menjadi Ketua Umum pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Buya Hamka dikenal sebagai sosok yang teguh memegang prinsip. Pada tahun 1981, beliau memilih mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum MUI demi mempertahankan keyakinan dan independensinya. Atas jasa-jasanya dalam bidang agama, pendidikan, sastra, dan perjuangan bangsa, Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Buya Hamka sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 113/TK/Tahun 2011 pada 7 November 2011.


Buya Hamka wafat di Jakarta pada 24 Juli 1981, namun pemikiran dan karya-karyanya terus menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia hingga saat ini.


Fakta Singkat

  • Nama lengkap: Haji Abdul Malik Karim Amrullah
  • Nama populer: Buya Hamka
  • Lahir: 17 Februari 1908, Sungai Batang, Maninjau, Sumatera Barat
  • Wafat: 24 Juli 1981, Jakarta
  • Jabatan: Ketua Umum pertama Majelis Ulama Indonesia (1975–1981)
  • Karya terkenal: Tafsir Al-Azhar, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Gelar: Pahlawan Nasional (7 November 2011)

Post a Comment

أحدث أقدم