Kursus Kepemimpinan Dasar 2025, Pemuda Katolik Siapkan Kader Tangguh dan Adaptif

 


REDAKSI MERAH, Pulang Pisau - Pemuda Katolik Komisariat Cabang Palangka Raya – Pulang Pisau menggelar Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) pada 28–30 Oktober 2025 bertempat di Aula Paroki, Pulang Pisau. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari dua Komisariat Cabang, sebagai upaya memperkuat kualitas kader dan menyiapkan pemimpin muda Katolik yang berintegritas, adaptif, serta berakar pada nilai-nilai iman.


Mengusung tema “Berkarya dan Bersaksi di Tengah Dunia”, KKD ini memfokuskan pembinaan pada kemampuan berkarya secara nyata dan bersaksi melalui perilaku serta keputusan hidup sehari-hari, terutama di tengah tantangan globalisasi, arus digital, dan dinamika sosial yang semakin kompleks.


Ketua Komisariat Cabang Palangka Raya dalam sambutannya menyampaikan,


“Jadikan KKD ini sebagai dasar untuk kita semua dalam pengembangan diri dan kemampuan beradaptasi di tengah tantangan zaman.”


Pesan ini menegaskan pentingnya proses kaderisasi sebagai pondasi pembentukan karakter pemimpin muda Pemuda Katolik.


Pemuda Katolik Komcab Palangka Raya–Pulang Pisau berharap KKD 2025 menjadi momentum bagi generasi muda Katolik untuk hadir sebagai pelopor perubahan, membawa nilai Kristiani ke dalam masyarakat, dan terus memperkuat peran mereka dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat.


Pemuda merupakan tulang punggung masa depan Gereja dan bangsa. Dalam konteks kehidupan menggereja dan bermasyarakat, kehadiran pemuda sangat strategis dalam mewujudkan perubahan yang positif, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai iman. Pemuda Katolik dipanggil bukan hanya untuk menjadi pengikut, tetapi menjadi pemimpin dan pelopor perubahan yang membawa terang Kristus dalam setiap aspek kehidupan.


Di tengah dunia yang semakin kompleks-dengan tantangan globalisasi, arus digitalisasi, krisis moral, serta maraknya intoleransi Pemuda Katolik dituntut untuk mampu berkarya secara nyata dan bersaksi tentang iman mereka di tengah masyarakat. Berkarya berarti menghasilkan tindakan-tindakan yang membangun, solutif, dan berdampak, sedangkan bersaksi berarti menunjukkan nilai-nilai Kristiani dalam tutur kata, perilaku, dan keputusan hidup sehari-hari. (Patrisius Agang)




Editor : Hafid Rizki

  

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama