REDAKSI MERAH, Palangka Raya - Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Palangka Raya melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan produk lilin aromaterapi berbahan dasar limbah minyak jelantah bersama ibu-ibu PKK Desa Tumbang Nusa. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan perempuan desa sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.
Selama sesi praktik, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Ibu-ibu PKK mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari penyaringan minyak, proses pemurnian, pencampuran bahan pewangi, hingga pencetakan produk akhir. Berdasarkan evaluasi tim pelaksana, sekitar 90 persen peserta berhasil membuat lilin secara mandiri dengan hasil berkualitas dan menarik.
Ketua tim pelaksana, Nurmiati Murniasih, mengatakan bahwa program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang usaha kecil berbasis kerajinan rumah tangga. “Produk lilin aromaterapi sangat potensial dikembangkan, apalagi Desa Tumbang Nusa cukup sering mengalami pemadaman listrik. Selain bermanfaat sebagai penerangan alternatif, produk ini juga berprospek sebagai komoditas usaha,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, tim mahasiswa bersama ibu-ibu PKK menyusun rencana pengembangan produk, termasuk produksi rutin minimal 15 lilin per bulan. Selain itu, akan dibentuk kelompok usaha kecil PKK dengan nama ‘Jelita Nusa’ pada tahun 2026. Pemerintah desa juga diharapkan dapat memberikan dukungan dalam bentuk legalitas usaha, modal, serta akses pemasaran pada 2027 sehingga produk lilin aromaterapi ini dapat dipasarkan hingga tingkat kecamatan dan kota.
Program ini dinilai membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, baik secara ekonomi maupun lingkungan. Selain mengurangi limbah minyak jelantah, kegiatan ini turut meningkatkan keterampilan perempuan desa sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembangunan ekonomi lokal. (Nurmiati Murniasih)
Editor : Hafid Rizki

إرسال تعليق